Rabu, 15 Oktober 2008

voice of heart

Inginnya Hati...

Inginnya hati bisa tetap tenang, yakin dan percaya diri dengan keputusan yang telah disepakati. Namun apa daya, hati ini terus saja terbolak balik tak henti. Terombang ambing dalam ketidakpastian hati, pikiran, kata dan perbuatan.

Mengapa tak jua tenang?? Mengapa selalu berbolak balik?? Mungkinkah karena yang disepakati bukanlah hal yang memang seharusnya disepakati?? Atau mungkinkah karena diri ini berada di persimpangan antara tak ingin kehilangan dan ketakutan menerima konsekuensi atas kesepakatan??

Duh Rabbi...Jangan Engkau uji hamba dengan ujian yang tak mampu hamba lewati..
Rabbi, berikan aku kesabaran, ketenangan dan jalan keluar terbaik yang melahirkan
keikhlasan...

Cinta : Abadi kah ?? N Berapa Kali ??

Cinta.. Lagi-lagi saya menulis tentang cinta. Yah...cinta memang topik universal yang tak kan pernah habis digali. Cinta selalu menjadi topik menarik untuk dibahas oleh tiap insan.

Dalam sebuah obrolan "ringan" dengan seorang teman, saya melontarkan pernyataan penegasan yang juga mengandung pertanyaan, "adakah cinta itu abadi?". Lalu beliau bilang begini, "Irma, cinta itu abadi, tapi masalahnya untuk berapa orang kah cinta itu kita berikan....".

Hhmm...begitu ya tanya hati saya... Jadi cinta bisa jadi tidak hanya sekali dan tidak hanya ditujukan untuk satu orang?? Setujukah anda dengan pernyataan ini???

Buat saya sendiri, pernyataan ini memang ada benarnya. Hati manusia itu mudah terbolak balik. Ia begitu ringan bagaikan kapas. Kita tak pernah tau di sisi mana hati itu akan berlabuh. Dulu hati bisa jadi begitu cinta pada seseorang. Namun, kali yang lain, hati bisa saja memalingkan, menambahkan atau mengurangkan rasa cinta yang dimilikinya pada seseorang kepada orang yang lain. Tak ada yang mampu menjaminnya. Itulah mengapa kita diperintahkan untuk sederhana dalam mencinta. Karena sewaktu-waktu cinta itu bisa berubah. Dengan sederhana dalam mencinta maka kita tidak akan pernah merasa sakit jika sang cinta pergi dari kita.

Jika cinta itu hanya sekali dan hanya untuk satu orang saja bisa jadi hidup akan menjadi sulit untuk kita. Karena bisa jadi cinta yang kita miliki untuk seseorang ternyata cinta yang bertepuk sebelah tangan dan menjadi cinta yang tak pernah kesampaian. Maka mungkin untuk itu pula lah Allah SWT memberikan kemampuan bagi kita untuk bisa mencintai lebih dari satu orang.

Sedangkan untuk pernyataan mengenai keabadian cinta, maka menurut saya yang namanya cinta itu memang abadi. Meskipun ia tak mungkin dimiliki, namun rasa cinta tak mungkin pernah berdusta. Sekuat apa pun kita mencoba untuk membunuh cinta, namun jika memang Allah SWT belum berkenan mengusir rasa itu dari hati kita, maka selamanya ia akan bertahta dalam jiwa kita. Selalu dan Selamanya....

Nah, jika cinta yang tak mungkin dimiliki ini mampir dalam kehidupan kita, maka mohon lah kepada Allah SWT supaya cinta ini tidak membuat hidup kita "blingsatan". Mohon pula kepada Allah SWT supaya kita dapat bersahabat dengan cinta yang tak mungkin dimiliki ini, mengubahnya menjadi energi cinta positif yang menjadi rahmat bagi tiap insan yang terkait dengan cinta jenis ini.

Wallaahu'alam Bi Showab

Terbagi....

Bersamamu aku bahagia...
Kau peluk jiwaku erat...
Ingin rasanya kuhentikan waktu biar bahagiaku tetap...

Tapi kenyataannya tak mungkin begitu...
Jiwamu terbagi...
Tak hanya untukku...

Sayang, lepaskanlah aku...
Biar aku terbang bebas...
Dan tak perlu menangis lagi...

Tidak ada komentar: