Senin, 03 November 2008

Kegaiban Esok

Kegaiban Esok

setiap kata terucap
ada tangisan daun- daun
yang menari di atas congkaknya angin
lelah merayap di nadi-nadi
mengucap alif pada dinding-dinding langit

aku bukanlah Ibrahim
tapi rinduku, rindunya Ismail
yang terpahat pada kaki-kaki bumi

tapi, entah, apakah malam menjadi sujudku
dan kehningannya menjadi dzikir
ataukah lelah ,menjelma menjadi butiran-butirab air mata

kau pinjamkan kata"ENTAH"
untuk hari esok dimana aku buta untuk menemuinya
seperti katamu.....
"esok adalah kegaiban yang tersembunyi di balik kemayaa malam
post by lunar(from EC)

2 komentar:

rully.p mengatakan...

WAKTU



Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.

Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

Fatlun Thaib mengatakan...

thax ya buat yang da kasih komentar:-)